WHOAAAA, gimana rasanya terbangun di tahun yang telah berganti? Kamu masuk kategori mana nih, tim antusias karena tidak sabar untuk merealisasikan resolusi-resolusinya, atau malah tim kaget, kayak.. woi elah cepet banget. Baru kemarin Januari, Februari, Maret, Corona, tau-tau udah Januari lagi. Hayooo? Bagiku, sesuram-suramnya tahun lalu, tetep ada hal-hal manis, hangat, dan tentunya pelajaran berharga yang dapat diambil.

Berdasarkan observasi dan evaluasi yang aku lakukan, pandemi mengubah total segala lini kehidupan. Cara kita berkomunikasi, belajar, menyalurkan hobi, bahkan mencari rezeki. Polanya bergeser menjadi serba online. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beradaptasi serta menguasai pola baru ini.

Menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), diketahui bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia naik sebanyak 25,5 juta penduduk dalam kurun waktu dua tahun. Pada tahun 2018, pengguna internet hanya sebanyak 171,2 juta orang, sedangkan data pada tahun 2020 menunjukkan angka 196,7 juta pengguna internet.

Durasi penggunaan internet pun meningkat. Hal ini dituturkan oleh CEO Alvara Research Center, yakni Hasanuddin Ali. Beliau memaparkan bahwa penggunaan internet sebelum pandemi rata-rata hanya 4-6 jam per hari, sekarang bisa 7-9 jam perhari.  

Eits, sebelum berlanjut ke pembahasan lainnya, aku mau sharing dulu. Ada satu kisah nyata yang menurut aku inspiring sekali. Jadi, ketika sedang berselancar di media sosial, aku tidak sengaja membaca sebuah artikel. Prolognya memuat deskripsi bahwa seorang wanita muda berusia 23 tahun bercerai dengan suaminya dalam keadaan hamil. Si suami mengaku tidak pernah mencintai istrinya. Lalu, demi menghidupi anak semata wayangnya, ibu muda tersebut bekerja menjadi salah satu staff administrasi sebuah perusahaan di Cikarang.

Kemudian, imbas dari meluasnya pandemi COVID-19, pada Juni 2020 ibu muda tersebut terkena PHK. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya supaya tetap memiliki pemasukan. Dengan pinjaman modal 15 juta dari ibundanya, wanita muda tersebut berinisiatif untuk memulai usaha franchise ayam krispi asal Taiwan. Ia belajar otodidak dari kanal Youtube mengenai sistem franchise, seperti cara mengatur uang, mengatur stok produk, maupun mengatur segala hal yang berkaitan dengan penjualan. Selain itu, internet juga ia manfaatkan guna mempromosikan produknya.

Beruntungnya, produk dagangannya juga sempat dipromosikan oleh youtuber tanpa imbalan sepersen pun. Sejak saat itu, ayam kripsinya semakin dikenal khalayak umum. Setelah memiliki beberapa cabang, omset yang ia raih berkisar antara 10-14 juta setiap bulannya. Keren, kan?

Berkaca dari kisah wanita single parent tersebut, kesuksesan akan mengiringi tatkala kita jeli menangkap peluang dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Nah, kira-kira langkah apalagi yang dapat ditempuh guna meraih kesuksesan lewat internet? Selain menggunakannya sebagai sarana belajar dan berjualan seperti owner @chiclincikarang tersebut? Yuk, simak ulasannya dibawah ini ya..

4 Langkah Baru untuk Sukses Lewat Internet

  1. Podcaster

Kondisi pandemi memaksa masyarakat untuk sebisa mungkin stay at home, hal ini meningkatkan minat orang Indonesia dalam mendengarkan podcast. Per Mei 2020, Indonesia menduduki posisi pertama dalam mendengarkan podcast di Spotify se-Asia Tenggara. Setiap bulannya, lebih dari 20% pengguna dari Indonesia mendengarkan podcast, bahkan jumlah ini dikatakan melebihi presentase rata-rata global.

Carl Zuzarte selaku Head of Studios Spotify Asia Tenggara menuturkan, “podcast Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu yang menarik di dunia, sebab jumlah pengguna yang mencari maupun yang mendengarkan terus bertambah”.

Nah, jika ingin berkarir sebagai podcaster, tidak perlu menunggu menjadi orang hebat. Cukup mulai dengan cuap-cuap mengenai keahlian ataupun hobi yang kalian punya. Bisa tentang kesehatan, bisnis, olahraga, pengembangan diri, cerita horror, kriminal, bahkan cinta dan patah hati.

Kenali siapa target kalian, pilih tema yang tepat, lalu lakukan secara konsisten.

Misalnya podcast Petjah yang digawangi oleh Rifqi Arrahmansyah yang membawakan topik seputar urbanisme dan kehidupan milenial. Ada juga podcast Malam Kliwon, isinya tentang cerita misteri bedasarkan kisah nyata.

Monetisasi podcast bisa didapatkan dari iklan, guest spot, donasi dari pendengar, maupun menjual merchandise.

2. Guru Privat Online

Semenjak diberlakukannya belajar mengajar via daring, orangtua banyak yang kelimpungan dalam membagi waktu antara bekerja dan menemani anak belajar. Hal ini cukup memusingkan, sehingga jalan tengah yang diambil oleh beberapa orangtua adalah mencari guru privat online.

Keadaan ini menjadi angin segar, terutama bagi para fresh graduate yang harus mulai mandiri secara finansial. Caranya mudah, cukup mendaftarkan diri sebagai tentor pada aplikasi belajar online, seperti Snapask, Superprof, Kelaskita, ataupun Ruangpengajar.

Misalnya pada aplikasi Kelaskita, setelah berhasil daftar dan diterima sebagai salah satu tentor, kita dapat langsung membuat kelas sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Honorarium akan diterima jika siswa telah tuntas mengikuti kelas yang kita adakan. Pembagiannya adalah 60% untuk kita dan 40% untuk Kelaskita. Menarik, bukan?

Selain itu, berbekal akun media sosial yang dimiliki, kita dapat mengiklankan diri sendiri sebagai tentor online. Tanpa terikat dengan perusahaan atau instansi manapun. Sistem belajar mengajar dapat dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Zoom maupun Google Meet. Langkah ini lebih menguntungkan karena honorarium akan kita terima secara utuh, 100%. Menggiurkan.

3. TikTokers

Per Juli 2020, Indonesia menduduki posisi keempat di dunia sebagai pengguna aplikasi TikTok terbesar dengan total pengguna sebanyak 30,7 juta akun. Ketenaran aplikasi ini memang bukan isapan jempol belaka. Beberapa kali, ketika aku sedang scroll lini masa Twitter, berseliweran lowongan bagi konten kreator TikTok. Mantap betul. Sudah resmi menjadi sebuah profesi, gais.

Teruntuk kalian yang memiliki kreativitas tanpa batas, ide-ide segar nan cemerlang yang gemas untuk direalisasikan, monggo tidak ada salahnya untuk mulai menekuni profesi sebagai TikTokers hehehe.

4. Blogger

Karakter serta kepribadian tiap individu itu berbeda. Unik. Ada yang sangat menguasai skill public speaking, sehingga ia percaya diri berbicara di depan umum. Ada juga yang lebih luwes menyampaikan pemikirannya lewat tulisan. Bagi golongan kedua, blog dapat menjadi wadah untuk menampung isi kepala.

Selain berfungsi sebagai tempat untuk menuangkan gagasan, kita juga dapat menjadikan blog sebagai lahan mencari cuan. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitu ujar pepatah. Upaya-upaya yang dapat dilaksanakan antara lain rajin mengikuti lomba blog, mendaftar Google adSense, dan menerima tawaran content placement.

Mungkin diantara kalian ada yang mulai tertarik menekuni dunia blogger. Hai, welcome to the club! Hihiiiiiy..

Instrumen penting yang harus diperhatikan ketika ingin terjun dibidang ini salah satunya adalah hosting. Sederhananya, hosting diibaratkan sebagai sebuah bangunan. Fungsi dari bangunan tersebut ialah tempat menyimpan berbagai file yang dibutuhkan oleh website.

Bagi kaum pemula seperti kita, ketika ingin bergerak melakukan sesuatu, tidak jarang terhambat oleh modal yang terbatas. Namun, kisanak tidak perlu murung dan khawatir, sebab aku punya bocoran mengenai penyedia hosting murah. YEAY!

Oke, jadi provider hosting Indonesia yang sangat ramah kantong mahasiswa ini bernama Qwords. Disini, tersedia berbagai paket hosting dengan harga mulai dari Rp 14.500 per bulan. Jujur, lebih murah ini dibanding harga sepiring bakso.

Beberapa Jenis Paket Cloud Hosting di Qwords

Aku coba jelasin secara singkat beberapa paket hosting yang tersedia di Qwords, ya. Check this out~

Pertama, Value Hybrid Performance. Paket ini didesain untuk para pemula yang baru merintis blog, toko online, maupun website sederhana. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 14.500 per bulan, kita sudah mendapatkan banyak fasilitas keren. Misalnya kapasitas penyimpanan hingga 25GB, gratis migrasi WordPress Hosting dari provider manapun, serta dapat memasukkan lebih dari satu domain ke dalam hosting melalui menu Addon Domain.

Kedua, Unlimited Hosting. Dengan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 44.900 tiap bulannya, kamu sudah mendapatkan free domain dan SSL Certificate  dengan Uptime Server 99,99%.

Ketiga, High Performance. Paket ini cocok bagi kalian yang berniat membuat website professional. Biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya adalah Rp 75.000. GIT Version Control merupakan fitur unggulan dari paket ini yang memudahkan developer dalam mengerjakan deploy sebuah aplikasi dan mengetahui perubahan yang terjadi di dalam source code.

Terakhir, Bussiness Cloud Hosting. Paket ini cocok digunakan untuk website professional perusahaan, startup bisnis, dan sistem pembelajaran online karena telah dilengkapi dengan Moodle. Moodle merupakan platform open source yang memudahkan proses pembelajaran online. Harga untuk paket ini Rp 150.000 per bulan.

Kenapa harus Qwords?

Walaupun dikenal sebagai provider murah meriah, tapi fasilitas dan pelayanannya tidak murahan.  Terbukti, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2005 ini sudah bekerja sama dengan lebih dari 45.000 pelanggan aktif. Bahkan telah dipercaya oleh brand besar yang kerap kita dengar seperti  Cimory, Forisa, MD Pictures, Sequis, Elshe Skin, Grand Tjokro Premiere, dan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, Qwords juga telah terdaftar di pse.kominfo.go.id.

Pelayanan yang Qwords dedikasikan tidak nanggung, beneran loyalitas. Jadi, Qwords menyedikan layanan customer care 24/7 bagi kita spesies pemula yang banyak bengong dan bingungnya mengenai dunia perhostingan. Mbak-Mbak dan Mas-Mas CS akan membimbing dan mengarahkan kita sampai masalahnya clear. UWUWU, the best!

Oh iya, hal yang menurut aku kayak sepele tapi merepotkan adalah tentang pembayaran. Tapi tenang, di Qwords, mekanisme pembayarannya sangat dipermudah karena terdapat banyak pilihan. Ngga akan ada perasaan senewen karena kerepotan lagi. Mulai dari bayar lewat Alfamart atau Indomaret, bisa sekalian jajan cemilan kan. Hahahaha. Bisa juga via OVO, gopay, DANA, serta JENIUS. Dan tentunya via bank seperti BCA, BRI, BNI, CIMB, Danamon,  dan Permata Bank.

Epilog

Tidak terasa ya permisa, saya sudah menemani Anda selama satu jam dan telah tiba dipenghujung acara. Eh, kok? Canda, tsay.

Sebelum mengakhiri tulisan kali ini, aku mau mengingatkan lagi, khususnya bagi diri sendiri, umumnya bagi pembaca yang mulai tertarik untuk mengais rezeki via internet. Hehehe. Yuk, singsingkan lengan baju, bulatkan tekad, dan coba bergerak! Kalau katanya Coldplay, “if you never try, you’ll never know”.

Bagi kalian tipe manusia yang seneng ngobrol, antusias dan merasa tercharger energinya dengan berbicara, mungkin cocok dengan profesi podcaster.

Bagi kalian tipe manusia yang seneng menggunakan otaknya dan ingin mengasah skill mendidik anak, boleh banget menyelami karir sebagai guru privat online.

Bagi kalian tipe manusia yang ingin merealisasikan ide-ide kreativitasnya, monggo mencoba berkarya sebagai konten kreator TikTok.

Dan, bagi kalian tipe manusia yang lebih lihai mengurai isi kepala ke dalam bentuk tulisan, sila mencoba terjun ke dunia blogger ini. Ahlan wa sahlan.

Bubye!

Sampai bertemu dipostingan selanjutnya, ya.

Stay safe, stay healthy, and stay productive~

Referensi

https://www.freepik.com/

https://www.inews.id/techno/internet/penggunaan-internet-melonjak-di-masa-pandemi-covid-19-paling-banyak-digunakan-untuk-kirim-pesan

https://www.medcom.id/hiburan/musik/xkEYdG5k-spotify-tren-podcast-indonesia-belakangan-meningkat

https://money.kompas.com/read/2020/11/09/213534626/pengguna-internet-indonesia-hingga-kuartal-ii-2020-capai-1967-juta-orang

https://data.tempo.co/data/766/jumlah-terbanyak-pengunduh-aplikasi-tiktok-di-dunia

https://wolipop.detik.com/worklife/d-5153142/tips-mulai-bisnis-setelah-kena-phk-karena-corona